Sabtu, 27 Februari 2016

MAKALAH  SEJARAH AMERIKA
Tentang
KETERLIBATAN AMERIKA SERIKAT
DALAM PERANG DUNIA I DAN PERANG DUNIA  II


 


  
Disusun oleh: Kelompok IV
MELA ANGGRAINI           :  412.177
MUHAMAD JONO
              :  412.033
NONI YULIA                       :  412.398
RISNA KURNIATI             :  412.507
YULISA PUTRI                   :    412.127
ANIS KURNIA                    :  412.153
NURHIDAYAH                   :  412.

Dosen Pembimbing:
 Dr. Anatona Gulo M. Hum

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN SOSIAL_ SEJARAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IAMAM BONJOL PADANG
1437 H / 2016 M

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua Alhmadulillah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang berjudul “keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Dunia I dan Perang Dunia II”.
Dan terima kasih pada dosen pembimbing mata kuliah Sejarah Amerika , yaitu bapak Dr. Anatona Gulo.,M.Hum yang telah memberikan arahan kepada penulis dalam mata kuliah ini.
Di dalam makalah ini membahas tentang Perang Dunia I dan Perang Dunia II yang berakibat terputusnya hubungan negara-negara yang mulanya menjalin hubungan diplomasi kemudian juga merusak ekonomi negara yang terlibat perang Dunia I dan Perang Dunia II.
 Semoga Makalah ini bermanfaat nantinya untuk penulis dan pembaca dalam menambah wawasan dan pengetahuan dalam mata kuliah sejarah Amerika, dan juga dapat dijadikan bahan rujukan dalam penulisan karya ilmiah.



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Perang Dunia I merupakan perang global terpusat di Eropa pada 28 Juli 1914-11 November 1918 yang bermula dari Semenanjung Balkan.  Perang Dunia I disebut juga dengan Perang Besar (Great War) yang melibatkan semua kekuatan besar Dunia yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan yaitu Kekuatan Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Perancis dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria dan Italia, namun saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang).  Perang Dunia II adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar Negara di Dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan yaitu Sekutu dan Poros.
Dalam Perang Dunia I dan II tersebut melibatkan negara yang kini menjadi satu-satunya Negara superpower setelah runtuhnya Uni Soviet, yaitu Amerika.  Dalam makalah ini membahas tentang keterlibatan Negara Amerika Serikat dalam Perang Dunia I dan II yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri Amerika.  Amerika menjadi Negara yang menentukan setiap kemenangan pihak sekutu dalam Perang Dunia I, meskipun pada awalnya telah menyatakan netralitasnya dalam awal peperangan.  Dikarenakan ada suatu kepentingan, maka Amerika akhirnya ikut andil juga dalam peperangan ini.  Dalam Perang Dunia II juga sama, Amerika juga menerapkan kebijakan yang sama dari presiden yang berkuasa saat itu yaitu Woodrow Wilson karena setiap kebijakan luar Negeri Amerika ada hubungannya dengan Doktrin Monroe.  Doktrin ini juga menjadi acuan penting dalam politik luar Negeri di sebagian besar Negara di Dunia.


B.     Rumusan Masalah
a.       Keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia I
b.      Keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II
C.    Tujuan
a.       Untuk mengetahui tentang bagaimana keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia I
b.      Untuk mengetahui tentang bagaimana keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia
























BAB II
PEMBAHASAN
KETERLIBATAN AMERIKA SERIKAT
DALAM PERANG DUNIA I DAN PERANG DUNIA II


A.    PERANG DUNIA I
1.      Awal Perang Dunia I
Amerika serikat adalah sebuah negara yang banyak etnis di dalamnya dan memiliki kebudayaan yang berbeda-beda diantara etnis pendatang di Amerika Serikat diantaranya: etnis Irlandia, Perancis, Jerman, Inggris, Italia, china, Jepang, Afrika dan lain-lain.[1]
Perang Dunia I ini di mulai pada Agustus  1914 dan berakhir pada November 1918. Peperangan di mulai oleh negara poros: Jerman, Autria-Hongaria, Bulgaria,dan Turki. Negara Poros melawan negara sekutu:Rusia, Perancis, Inggris, Belgia, Italia, Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara kecil. Setelah empat tahun berperang dengan negara poros, kehabisan tenaga dan menyerah kalah. Mengapa Perang Dunia I terjadi? Perang Dunia I terjadi dikarenakan terbunuhnya Francis Ferdinand dari Autria-Hongaria oleh Gravilo Princip seorang teroris Serbia adalah salah satu penyebabnya.[2]
Jerman merasa iri dengan  perdagangan dan koloni Ingris kemudian mulai membangun armada laut. Ambisi dari kaisar Wilhelm adalah memperoleh lebih banyak koloni di luar negeri.sebelum tahun 1914 Jerman dan Inggris bersaing membangun kapal-kapal angkatan laut yang lebih besar dan lebih baik. Sehingga terbentuk persaingan di antara negara-negara di Eropa atas perdagangan, koloni dan kekuatan militer.[3]
Sekutu utama adalah Jerman, Italia dan Austria-Hongoria, sedangkan sekutu lainnya dalah Inggris, Perancis dan Rusia. Pada awalnya terjadi pembunuhan atas pangeran Frans Ferdinand dan istrinya di Saravejo. Peristiwa ini  mendorong Austria mendeklarasikan perang atas Serbia, kemudian Rusia memobolisasi pasukan negaranya untuk mempertahankan Serbia. Sebaliknya, Jerman mendeklarasikan perang atas Rusia , yang mana pasukan Rusia dikalahkan oleh  Jerman.
Perang di dua front  yang menyebabakan Jerman takut dan ia mulai  menyusun rencana yang mana rencana ini bertujuan untuk mengalahkan Perancis dalam waktu 6 minggu, supaya Jerman dapat berkonsentrasi melawan Rusia. Jerman mulai mendeklarasikan perang atas Perancis dan Rusia. Kemudian Jerman mulai memasuki Belgia dan ia mendapatkan perlawanan dari rakyat Belgia, sehingga Inggris memberikan perlindungan kepada rakyat Belgia dan menyatakan deklarasi perang atas Jerman . Inggris mulai mempertahankan Belgia  dan mengirim 100.000 pasukan ekspedisionari  ke Perancis untuk membantu perancis memperlambat gerakan Jerman.
Selama perang Inggris, Perancis , Rusia yanng dikenal sebagai sekutu. Jerman, Italia, Dan Austria –Hongoria yang dikenal sebagai kekuatan tengah. Kedua kubu berlomba membuat lebih banyak senjata , termasuk gas beracun. Mereka menganggap senjata tersebut akan mempersingkat perang, kenyataannya perang terjadi selama 4 tahun yang menyebabkan banyaknya korban dan biaya yang habis. Biaya yang habis diperkirakan 40 miliar pound dan korban jiwa sekitar 30 juta orang terbunuh serta luka-luka. 
Pada 4 Agustus 1914, ketika perang berkobar, Presiden Wilson mengumumkan netralitas Amerika Serikat dalam negeri itu. Sebagai Negara netral, Amerika Serikat mempunyai hak untuk bersikap yag secara Histori dan meyakinkan berada dibawah naungan hukum internasional melalui kegiatan sebagai berikut:
1.      Amerika serikat sebagai Negara netral dapat melakukan kegiatan menjual barang-barang senjata dan peralatan masih perang yang lainnya denga Negara yang sedang berperang
2.      Jika kapal dagang dari Negara netral atau musuh berlayar dan tertangkap, maka boleh dimiliki dan diambilalih dalam keadaan tertentu namun tidak boleh ditengggelamkan atau rusak sehingga membahayakan awak penumpang dan penumpangnnya.
3.      Ia juga menghadapi keluhan tentang kekerasan terhadap Negara netral dari Negara-negara yang berperang.
Pemerintahan Inggris membuat dua keputusan setelah Amerika Serikat menyatakan netralitasnya. Keputusan yang pertama, inggris menyatakan Blockade besi dan baja di pelabuhan Central Powers dan mengawasi barang dari Negara netral yang masuk darinya. Sementara itu ketika gangguan dari kapal-kapal selama Jerman membuat blockade terhadap kapal-kapal Amerika Serikat yang menginginkan perdagangan di perairan Inggris tidak efektif, namun Inggris menyatakan bahwa Blokade nya terhadap kapal-kapal dengan Amerika Serikat telah efektif.  [4]

2. Akibat perang dunia I
      Kedatangan pasukan Amerika Serikat di Eropa pada 1917  memungkinkan sekutu melancarkan serangan baru di front barat. Pada 1918 Rusia menarik diri dari Jerman sehingga pasukan Jerman tidak lagi dibutuhkan lagi di front timur , sehingga sejak 1918 tentara Jerman bertempur difront barat  dan pada bulan Maret mereka berhasil bergerak menuju Paris . kemudian Perancis mulai mulai melakukan serangan balik ke Jerman dan ketika Amerika mulai memasuki Perancis, Jerman menyerah.
      Pada bulan Oktober terjadi pertempuran di dekat perbatasan Jerman yang mengakibatkan kelaparan di Jerman. Pada 11 November Jerman menandatangani pelucutan senjata dan kaisar wihelm II diturunkan dari tahtanya dan pada saat itu juga perang dunia I berakhir . perang dunia I menyebabkan hampir 10 juta nyawa melayang dan lebih dari 20 juta orang terluka, keadaan ini menimbulkan perubahan infrastruktur sosial di beberapa negara. Dampaknya banayak wanita mendapatkan persamaan dan kebebasan di bandingkan sebelum perang

Perjanjian Versailes
      Isi terpenting dari perjanjian versailes adalah Jerman di hukum atas keterlibatannya dalam perang dunia I.  Jerman harus membayar kompensasi yang sangat besar kepada sekutu. Wilayah kekuasaan Jerman dikurangi dan sebanyak 7 juta penduduk Jerman dipindahkan dari wilayah kekuasaan Jerman. Selain itu Jerman harus menyerahkan seluruh koloninya di luar negeri dan mengurani pasukannya menjadi hanya 100.000 orang. Sehingga ekonomi Jerman hancur, yang mengakibatkan negara-negara lainnya ikut menderita dan harus membayar utang yang di pinjam selama perang. Ini menyebabkan munculnya pergolakan politik dan ekonomi. Perselisihan lanjutan dipicu oleh perubahan batas wilayah internasional di Eropa menyusul runtuhnya  kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria, Rusia  dan Ottoman.

                 Liga Bangsa-Bangsa
      Konferensi damai Paris juga menghasilkan Liga Bangsa-Bangsa , yang bertujuan agar dunia tetap aman dengan cara menyelesaikan sengketa lewat diskusi dan perjanjian. Liga ini gagal karena hanya sedikit mendapatkan kekuasaan setelah Amerika Serikatmenolak bergabung dan masih terdapat persaingan di antara 53 negara anggota. Situasi ini memperlemah liga bangsa-bangsa dan mengurangi pengaruhnya sehingga sedikit negara yang mempedulikannya.

3.      Akhir Perang Dunia I
Pada tahun 1918, Perang Dunia I akhirnya berakhir, setelah empat tahun serangan tanpa guna di tangan tentara Jerman, Prancis, dan Inggris. Namun perdamaian ini, yang dinyatakan pada jam 11 pagi, hari kesebelas dari bulan kesebelas, tidak membawa kebahagiaan untuk siapa pun. Ratusan ribu serdadu menjadi cacat. Sebagian lainnya terbukti tidak mampu mengatasi dampak kejiwaan karena perang setelah tinggal di dalam parit yang penuh dengan lumpur, kotoran, dan mayat. Bentuk trauma yang dikenal sebagai “shell shock” atau “kejutan bom” sangat umum di antara para veteran perang, dan hal ini menyebabkan penderitanya mengalami serangan ketakutan dan goncangan yang berat. Rasa takut akan dibom, yang mereka alami setiap hari selama empat tahun berturut-turut, telah terukir di benak mereka.
Setelah berakhirnya perang Dunia, maka cita-cita untuk menciptakan perdamaian yang abadi dengan melenyapkan perang dari muka bumi, selalu timbul setelah orang mengalami kengerian peperangan besar. Hal tersebutlah yang mendorong berdirinya Liga Bangsa Bangsa (Leahue of Nations). Dimana LBB ini merupakan gagasan dari presiden USA yaitu Woodrow Wilson. Beliau mengusulkan suatu konsep perdamaian yang disebut dengan "Peace Without Victory". Ide untuk mendirikan LBB dicetuskan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah bergabung dengan organisasi ini. Sejumlah 42 Negara menjadi anggota saat LBB didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB dibubarkan pada 1946. Antara 1920-1937, 21 Negara masuk menjadi anggota, namun tujuh di antara kedua puluh satu anggota tambahan ini kemudian mengundurkan diri (ada yang dikeluarkan) sebelum 1946.[5]

B.     PERANG DUNIA II
1.      Jelang Perang Dunia II
Sebelum Roosevelt menjabat presiden untuk kedua kalinya,program dalam negerinya tertutup oleh  bahaya baru yang tak banyak disadari rakyat Amerika  yaitu ekspansi rezim totaliter di jepang, italia, dan jerman tahun 1931 jepang menyerbu Marchuria dan menghancurkan perlawanan rakyat cina, setahun kemudian jepang medirikan Negara boneka Manchukuo, italia, yang terjerumus fasisme, memperluas batas wilayahnya di Libya dan pada tahun 1935 menyerang Etiopia, Jerman, di mana Adolf Hitler telah membentuk partai sosialis Nasional dan mengambil alih pemerintahan pada tahun 1933, menguasai Rhineland dan membbangunn angkatan bersenjata besar-besaran.
Tahun 1938 setelah Hitler mencaplok Austria kedalam jerman, tuntutannya akan Sudetenland di bagian Chekoslowakia membuat perang jadi pecah kapan saja, amerika serikat yang masih kecewa akibat kegagalan perjuangan demokrasi di perangdunia I, Mengumumkan bahwa Negara-negar yang terlibat konflik dalam situasi apapun tidak bisa meminta bantuan. Perundang- undangan yang berkaitan dengan netralitas, yang diberlakukan sepotong-sepotong dari tahun 1935- 1937, melarang perdagangan atau pemberian pinjaman kepada Negara-negra yang sedang berperang, tujuannya untuk mencegah papun caranya, keterlibatan Amerika Serikat dalam perang yang bukan perang Amerika.
Pada tahun 1940 , dengan jatuhnya prancis ke tangan Nazi dan serangan udara terhadap inggris, perdebatan makin panas antara mereka yang menyokong demokrasi dengan kaum isolasionis yang tergabung dalam komite  amerika terlebih dahulu (Amerika First Commite). Komite mnedapat dukungan dari golongan koservatif Brat tengah  sampai kaum  Cinta damai aaliran kiri, akhirnya argumentasi golongan yang ingin turun tangan memenangkan debat public kemenangan ini banyak dibantu oleh hasil ketja komite untuk membela Amerika dengan membantu sekutu (Commite to De-fend Amerika by Aiding the Allies)[6]


2.      Keterlibatan amerika serikat dalam perang dunia II
Perang Dunia Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personel. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.

3.      Dampak Keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia II,
Adapun dampak Amerika pada perang dunia II ialah, sebagai berikut:
a.      Bidang Politik
Kemenangan pihak sekutu (Inggris, Perancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet) dalam mengakhiri Perang Dunia II tidak terlepas dari peran Amerika Serikat dalam memberikan bantuan (perlengkapan, tentara dan persenjataan) yang mampu mempercepat berakhirnya perang dengan kemenangan di tangan Sekutu.  Perang Dunia II telah menghancurkan hegemoni negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Spanyol dan Portugis yang sudah berabad-abad memegang kendali kekuasaan di berbagai belahan dunia.
Muncul masalah baru yaitu adanya pertentangan kepentingan dan persaingan perebutan hegemoni antara negara anggota sekutu dalam usaha untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia hingga melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa) yaitu Amerika Serikat (kuat secara material) dan Uni Soviet (kuat secara psikologis) yang mengambil alih hegemoni tersebut.  Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berlomba menanamkan pengaruhnya pada negara lain dengan berbagai cara sehinga dampaknya negara-negara di dunia terbagi menjadi 2 dimana negara-negara Eropa Timur, Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina, Korea Utara, Kamboja, Laos dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang selanjutnya dikenal dengan Blok Timur.  Sementara negara-negara Eropa Barat dan banyak negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang selanjutnya dikenal dengan Blok Barat.
b.      Bidang Ekonomi
Perekonomian dunia terbagi atas sistem ekonomi liberal, sistem ekonomi terpusat pada negara dan sistem ekonomi campuran.  Dimana sistem ekonomi liberal berlaku di negara-negara kapitalis.  Sistem ekonomi terpusat pada negara berlaku di negara-negara komunis dan sistem ekonomi campuran berlaku di negara-negara yang baru merdeka.
Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di Eropa Barat dan Amerika Serikat mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare state) sehingga menyediakan dana sosial yang besar untuk mensubsidi kesehatan, pendidikan, pensiunan dan dana sosial lainnya bagi masyarakat.  Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya (dengan menanamkan pengaruhnya) jika tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet.  Maka Amerika tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar pengaruh Uni Soviet.  Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan Amerika menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada Amerika.


c.       Bidang Sosial
Semakin kuatnya kedudukan golongan cerdik pandai (para ilmuwan) memunculkan gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia.  Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Amerika Serikat membentuk badan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak dengan nama United Nations Relief Rehabilitation Administration (UNRRA).  Tugas pokok badan ini adalah meringankan penderitaan dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal di daerah bekas pendudukan Jerman.  Bantuan yang diberikan berupa makanan, pakaian, bibit tanaman, hewan ternak, alat-alat perindustrian dan rumah sakit.[7]
4.       Perang, Kemenangan, Dan Bom
Pertempuran terakhir di Samudera Pasifik merupakan pertempuran paling berdarah. Pada Juni 1944, pertempuran di Selat Filipina menghancurkan angkatan udara Jepang dengan telak, mengakibatkan pengunduran diri Perdana Menteri Jepang, Tojo. Jenderal Douglas MacArthur— yang dengan enggan meninggalkan Filipina dua tahun sebelumnya untuk melarikan diri dari kejaran pasukan Jepang—kembali ke Filipina pada Oktober. Pertempuran Teluk Leyte, pertempuran angkatan laut terbesar yang pernah dilangsungkan, menjadi kekalahan angkatan laut Jepang yang paling menentukan. Pada Februari 1945, pasukan  Amerika berhasil merebut Manila.[8]

Selanjutnya Amerika memusatkan perhatian ke pulau Iwo dan Jima yang strategis di kepulauan Bonin, di tengah-tengah antara kepulauan Mariana dan Jepang. Pasukan Amerika merebut pulau itu pada pertengahan Maret, tapi disertai dengan gugurnya sekitar 6.000 pelaut Amerika. Hampir semua pasukan pertahanan Jepang musnah. Saat itu dari Amerika menyerang kapal dan landasan terbang Jepang dari udara, dan gelombang demi gelombang serangan bom meluluhlantakkan kota-kota di Jepang.

Di Okinawa (1 April–21 Juni 1945), Amerika menghadapi perlawanan yang lebih mengerikan. Karena sedikit sekali tentara Jepang yang bersedia menyerah, pasukan Amerika dipaksa terlibat dalam perang pembasmian massal. Gelombang pesawat bunuh diri atau Kamikaze menggempur armada angkatan laut Sekutu yang sedang berlabuh, menyebabkan kehancuran yang lebih besar dibanding peristiwa di Teluk Leyte. Jepang kehilangan 90-100 ribu pasukannya dan kemungkinan warga Okinawa dalam jumlah yang sama besar. Lebih dari 11.000 tentara gugur dan hampir 34.000 orang terluka di pihak Amerika. Kebanyakan orang Amerika menganggap pertempuran ini sebagai prapandang apa yang akan mereka hadapi dalam rencana invasi ke Jepang.

Pemimpin Amerika, Inggris, dan Rusia bertemu di Potsdam, kota kecil di luar Berlin, mulai 17 Juli sampai 2 Agustus 1945, untuk membahas strategi melawan Jepang, penyelesaian perjanjian perdamaian di Eropa, dan kebijakan bagi masa depan Jerman. Mungkin sebagai indikasi berakhirnya persekutuan ini, mereka tak punya masalah dengan masalah prinsip yang samar atau masalah praktis tentang pendudukan militer, tapi tidak menghasilkan kesepakatan dalam banyak hal penting, termasuk pampasan perang.

Sehari sebelum konferensi Postdam dimulai, ilmuwan nuklir Amerika yang terlibat dalam Proyek Manhattan yang rahasia meledakkan bom atom di dekat Alamogordo, New Mexico. Tes ini merupakan kulminasi penelitian intensif selama tiga tahun di laboratorium yang tersebar di seluruh negeri. Proyek ini berada di belakang Deklarasi Postdam, dan diumumkan pada 26 Juli oleh Amerika dan Inggris, yang berjanji Jepang takkan dihancurkan dan direnggut kemerdekaannya jika menyerah. Akan tetapi, jika melanjutkan peperangan, Jepang akan menghadapi “kehancuran seketika dan menyeluruh.” Presiden Truman, memperkirakan bom atom bisa digunakan agar Jepang lebih cepat menyerah dan menimbulkan korban yang lebih sedikit dibanding penyerbuan ke daratan, memerintahkan agar bom tersebut digunakan jika Jepang belum menyerah pada 3 Agustus.

Komite tentara Amerika, pejabat politik, dan ilmuwan telah mempertimbangkan pertanyaan menyangkut target senjata baru ini. Menteri Perang Henry L. Stimson berhasil berargumen bahwa Kyoto, ibu kota Jepang kuno dan tempat tersimpan254 nya harta nasional serta keagamaan, harus dicoret dari daftar. Hiroshima, pusat industri perang dan operasi militer, menjadi tujuan pertama mereka

Pada 6 Agustus, pesawat Amerika, Enola Gay, menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Pada 9 Agustus, bom atom kedua dijatuhkan, kali ini di Nagasaki. Bom menghancurkan sebagian besar kota-kota itu, juga menimbulkan korban jiwa yang luar biasa besar. Pada 8 Agustus, Rusia mendeklarasikan perang dengan Jepang dan menyerang pasukan Jepang di Manchuria. Pada 14 Agustus, Jepang menyetujui ketentuan yang ditetapkan di Potsdam. Pada 2 September 1945, Jepang secara resmi menyerah. Rakyat Amerika lega bom itu bisa mempercepat berakhirnya perang. Mereka baru menyadari akibat sesungguhnya kehebatan daya hancur senjata nuklir itu di kemudian hari.
Dalam sebulan, pada 24 Oktober, Perserikatan Bangsa-Bangsa berhasil diwujudkan, diikuti pertemuan perwakilan 50 bangsa di San Francisco, California. Konstitusi yang mereka rancang merumuskan organisasi dunia tempat perbedaan internasional bisa dibahas secara damai dan perlawanan terhadap kelaparan dan penyakit sebagai masalah bersama. Kontras dengan penolakan keanggotaan Amerika dalam Liga Bangsa- Bangsa setelah Perang Dunia I, Senat Amerika langsung menyetujui Piagam Perserikatan Bangsa dengan suara 89 banding 2. Tindakan ini menegaskan berakhirnya semangat isolasionisme sebagai elemen yangm mendominasi kebijakan politik luar negeri Amerika.

Pada November 1945 di Nuremberg, Jerman, berlangsung persidangan kriminal 22 pemimpin Nazi, yang telah disepakati di Postdam. Di hadapan  sekolompok juri yang terhormat dari Inggris, Perancis dan Rusia, Nazi dituduh tak hanya berkonspirasi dan terlibat perang secara agresif tapi juga melanggar hukum perang dan kemanusiaan dengan melakukan genosida secara sistematis, yang dikenal sebagai Holocaust, terhadap suku bangsa Yahudi di Eropa dan bangsa lain. Persidangan berlangsung lebih dari 10 bulan. Dua puluh dua tertuduh dihukum, dua belas di antaranya dihukum mati. Prosedur yang sama akan dilaksanakan terhadap pemimpin perang dari Jepang
















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perang Dunia I (PD I) merupakan perang global terpusat di Eropa pada 28 Juli 1914-11 November 1918 yang bermula dari Semenanjung Balkan. Sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia I antara lain pertentangan antara negara di Eropa, politik mencari kawan (politik aliansi) dan perlombaan senjata.  Sedangkan sebab khusus terjadinya Perang Dunia I antara lain terjadinya insiden Sarajevo yaitu terbunuhnya putra mahkota Austria Frans Ferdinand dan istrinya di Sarajevo (ibu kota Bosnia) oleh anggota Serbia Raya Gavrilo Principe tanggal 28 Juni 1914.  Amerika terlibat dalam Perang Dunia I dikarenakan kapal Amerika ditenggelamkan oleh Jerman, sehingga membuat Amerika turut andil dalam Perang Dunia I.
Perang Dunia II merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I yang terjadi pada 1 September 1939-2 September 1945.  Sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II antara lain pertentangan antara paham liberalisme dan totaliterisme, persekutuan mencari kawan, semangat untuk membalas dendam (revanche idea) karena kekalahan dalam PD I, perlombaan senjata antar Negara, pertentangan antar negara imperialis untuk memperebutkan daerah jajahan, kegagalan Liga Bangsa-bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia. Sebab khusus Perang Dunia II antara lai di kawasan Asia Pasifik penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941, di kawasan Eropa serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939.  Keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia II dikarenakan pengeboman Pearl Harbour oleh Jepang pada tanggal 8 desember 1941 yang kemudian membawa Amerika kepada Perang Dunia ke II di daerah pasifik. 



B.     Kritik dan Saran
Demikianlah makalah ini Penulis buat, Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari Pembaca maupun dari Dosen Pembimbing yang sifatnya untuk membangun. Sekian terimakasih.





[1] Thomas Sowel, Mosaik Amerika, Sejarah etnis Sebuah Bangsa, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1989. Hal 15.
[2] Setiawan G. Sasongko, Senjata & Perang, Jakarta : Zikrul Hakim, 2008. Hal. 89.
[3] Agustono dkk, Ensiklopedia Sejarah dan Budaya, ( Jakarta, PT Lentera Abadi: 2009), hlm. 388
[4] IG.Krisnadi, Sejarah Amerika Serikat, (Yogyakarta: Ombak, 2012), Hlm. 356-363
[5] Anugrah Michelle, Garis Besar Sejarah AmerikaSerikat, (Departeman Luar Negeri:2005)
[6]  Prayitno Budi, Op.cit.h 299

[7] http:// Rangkuman-pelajaran.blogspot.com
[8] Ibid. Hlm. 252

1 komentar: