MAKALAH SEJARAH AMERIKA
Tentang
KETERLIBATAN AMERIKA SERIKAT
DALAM PERANG DUNIA I DAN PERANG
DUNIA II
Disusun oleh: Kelompok IV
MELA ANGGRAINI :
412.177
MUHAMAD JONO : 412.033
MUHAMAD JONO : 412.033
NONI YULIA : 412.398
RISNA KURNIATI :
412.507
YULISA PUTRI : 412.127
ANIS KURNIA : 412.153
NURHIDAYAH : 412.
Dosen Pembimbing:
Dr. Anatona Gulo M. Hum
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
SOSIAL_ SEJARAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN
KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN)
IAMAM BONJOL PADANG
1437 H / 2016 M
KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada
kita semua Alhmadulillah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang
berjudul “keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Dunia I dan Perang Dunia II”.
Dan
terima kasih pada dosen pembimbing mata kuliah Sejarah Amerika , yaitu bapak
Dr. Anatona Gulo.,M.Hum yang telah memberikan arahan kepada penulis dalam mata kuliah ini.
Di dalam
makalah ini membahas tentang Perang Dunia I dan Perang Dunia II yang berakibat
terputusnya hubungan negara-negara yang mulanya menjalin hubungan diplomasi
kemudian juga merusak ekonomi negara yang terlibat perang Dunia I dan Perang
Dunia II.
Semoga Makalah ini bermanfaat nantinya untuk
penulis dan pembaca dalam menambah wawasan dan pengetahuan dalam mata kuliah
sejarah Amerika, dan juga dapat dijadikan bahan rujukan dalam penulisan karya
ilmiah.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perang Dunia I merupakan perang global
terpusat di Eropa pada 28 Juli 1914-11 November 1918 yang bermula dari
Semenanjung Balkan. Perang Dunia I
disebut juga dengan Perang Besar (Great War) yang melibatkan semua kekuatan
besar Dunia yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan yaitu Kekuatan Sekutu
(berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Perancis dan Rusia)
dan Kekuatan Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman,
Austria-Hongaria dan Italia, namun saat Austria-Hongaria melakukan serangan
sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang). Perang Dunia II adalah konflik militer global
yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan
sebagian besar Negara di Dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang
dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan yaitu Sekutu dan Poros.
Dalam Perang Dunia I dan II tersebut
melibatkan negara yang kini menjadi satu-satunya Negara superpower setelah
runtuhnya Uni Soviet, yaitu Amerika.
Dalam makalah ini membahas tentang keterlibatan Negara Amerika Serikat
dalam Perang Dunia I dan II yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri
Amerika. Amerika menjadi Negara yang
menentukan setiap kemenangan pihak sekutu dalam Perang Dunia I, meskipun pada
awalnya telah menyatakan netralitasnya dalam awal peperangan. Dikarenakan ada suatu kepentingan, maka
Amerika akhirnya ikut andil juga dalam peperangan ini. Dalam Perang Dunia II juga sama, Amerika juga
menerapkan kebijakan yang sama dari presiden yang berkuasa saat itu yaitu
Woodrow Wilson karena setiap kebijakan luar Negeri Amerika ada hubungannya
dengan Doktrin Monroe. Doktrin ini juga
menjadi acuan penting dalam politik luar Negeri di sebagian besar Negara di
Dunia.
B. Rumusan Masalah
a. Keterlibatan Amerika Serikat dalam
Perang Dunia I
b. Keterlibatan Amerika Serikat dalam
Perang Dunia II
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui tentang bagaimana
keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia I
b. Untuk mengetahui tentang bagaimana
keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia
BAB II
PEMBAHASAN
KETERLIBATAN AMERIKA SERIKAT
DALAM PERANG DUNIA I DAN PERANG DUNIA II
A.
PERANG DUNIA I
1.
Awal Perang Dunia I
Amerika
serikat adalah sebuah negara yang banyak etnis di dalamnya dan memiliki
kebudayaan yang berbeda-beda diantara etnis pendatang di Amerika Serikat
diantaranya: etnis Irlandia, Perancis, Jerman, Inggris, Italia, china, Jepang,
Afrika dan lain-lain.[1]
Perang
Dunia I ini di mulai pada Agustus 1914
dan berakhir pada November 1918. Peperangan di mulai oleh negara poros: Jerman,
Autria-Hongaria, Bulgaria,dan Turki. Negara Poros melawan negara sekutu:Rusia,
Perancis, Inggris, Belgia, Italia, Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara
kecil. Setelah empat tahun berperang dengan negara poros, kehabisan tenaga dan
menyerah kalah. Mengapa Perang Dunia I terjadi? Perang Dunia I terjadi
dikarenakan terbunuhnya Francis Ferdinand dari Autria-Hongaria oleh Gravilo
Princip seorang teroris Serbia adalah salah satu penyebabnya.[2]
Jerman
merasa iri dengan perdagangan dan koloni
Ingris kemudian mulai membangun armada laut. Ambisi dari kaisar Wilhelm adalah
memperoleh lebih banyak koloni di luar negeri.sebelum tahun 1914 Jerman dan
Inggris bersaing membangun kapal-kapal angkatan laut yang lebih besar dan lebih
baik. Sehingga terbentuk persaingan di antara negara-negara di Eropa atas
perdagangan, koloni dan kekuatan militer.[3]
Sekutu utama
adalah Jerman, Italia dan Austria-Hongoria, sedangkan sekutu lainnya dalah
Inggris, Perancis dan Rusia. Pada awalnya terjadi pembunuhan atas pangeran
Frans Ferdinand dan istrinya di Saravejo. Peristiwa ini mendorong Austria mendeklarasikan perang atas
Serbia, kemudian Rusia memobolisasi pasukan negaranya untuk mempertahankan
Serbia. Sebaliknya, Jerman mendeklarasikan perang atas Rusia , yang mana
pasukan Rusia dikalahkan oleh Jerman.
Perang
di dua front yang menyebabakan Jerman
takut dan ia mulai menyusun rencana yang
mana rencana ini bertujuan untuk mengalahkan Perancis dalam waktu 6 minggu,
supaya Jerman dapat berkonsentrasi melawan Rusia. Jerman mulai mendeklarasikan
perang atas Perancis dan Rusia. Kemudian Jerman mulai memasuki Belgia dan ia mendapatkan
perlawanan dari rakyat Belgia, sehingga Inggris memberikan perlindungan kepada
rakyat Belgia dan menyatakan deklarasi perang atas Jerman . Inggris mulai
mempertahankan Belgia dan mengirim
100.000 pasukan ekspedisionari ke
Perancis untuk membantu perancis memperlambat gerakan Jerman.
Selama
perang Inggris, Perancis , Rusia yanng dikenal sebagai sekutu. Jerman, Italia,
Dan Austria –Hongoria yang dikenal sebagai kekuatan tengah. Kedua kubu berlomba
membuat lebih banyak senjata , termasuk gas beracun. Mereka menganggap senjata
tersebut akan mempersingkat perang, kenyataannya perang terjadi selama 4 tahun
yang menyebabkan banyaknya korban dan biaya yang habis. Biaya yang habis
diperkirakan 40 miliar pound dan korban jiwa sekitar 30 juta orang terbunuh
serta luka-luka.
Pada 4 Agustus 1914, ketika perang
berkobar, Presiden Wilson mengumumkan netralitas Amerika Serikat dalam negeri
itu. Sebagai Negara netral, Amerika Serikat mempunyai hak untuk bersikap yag
secara Histori dan meyakinkan berada dibawah naungan hukum internasional
melalui kegiatan sebagai berikut:
1. Amerika serikat sebagai Negara netral
dapat melakukan kegiatan menjual barang-barang senjata dan peralatan masih
perang yang lainnya denga Negara yang sedang berperang
2. Jika kapal dagang dari Negara netral
atau musuh berlayar dan tertangkap, maka boleh dimiliki dan diambilalih dalam
keadaan tertentu namun tidak boleh ditengggelamkan atau rusak sehingga
membahayakan awak penumpang dan penumpangnnya.
3. Ia juga menghadapi keluhan tentang
kekerasan terhadap Negara netral dari Negara-negara yang berperang.
Pemerintahan Inggris membuat dua
keputusan setelah Amerika Serikat menyatakan netralitasnya. Keputusan yang
pertama, inggris menyatakan Blockade besi dan baja di pelabuhan Central Powers
dan mengawasi barang dari Negara netral yang masuk darinya. Sementara itu
ketika gangguan dari kapal-kapal selama Jerman membuat blockade terhadap
kapal-kapal Amerika Serikat yang menginginkan perdagangan di perairan Inggris
tidak efektif, namun Inggris menyatakan bahwa Blokade nya terhadap kapal-kapal
dengan Amerika Serikat telah efektif. [4]
2. Akibat
perang dunia I
Kedatangan pasukan Amerika Serikat di Eropa
pada 1917 memungkinkan sekutu
melancarkan serangan baru di front barat. Pada 1918 Rusia menarik diri dari
Jerman sehingga pasukan Jerman tidak lagi dibutuhkan lagi di front timur ,
sehingga sejak 1918 tentara Jerman bertempur difront barat dan pada bulan Maret mereka berhasil bergerak
menuju Paris . kemudian Perancis mulai mulai melakukan serangan balik ke Jerman
dan ketika Amerika mulai memasuki Perancis, Jerman menyerah.
Pada bulan Oktober terjadi pertempuran di dekat
perbatasan Jerman yang mengakibatkan kelaparan di Jerman. Pada 11 November
Jerman menandatangani pelucutan senjata dan kaisar wihelm II diturunkan dari
tahtanya dan pada saat itu juga perang dunia I berakhir . perang dunia I
menyebabkan hampir 10 juta nyawa melayang dan lebih dari 20 juta orang terluka,
keadaan ini menimbulkan perubahan infrastruktur sosial di beberapa negara.
Dampaknya banayak wanita mendapatkan persamaan dan kebebasan di bandingkan
sebelum perang
Perjanjian
Versailes
Isi terpenting dari perjanjian versailes adalah
Jerman di hukum atas keterlibatannya dalam perang dunia I. Jerman harus membayar kompensasi yang sangat
besar kepada sekutu. Wilayah kekuasaan Jerman dikurangi dan sebanyak 7 juta
penduduk Jerman dipindahkan dari wilayah kekuasaan Jerman. Selain itu Jerman
harus menyerahkan seluruh koloninya di luar negeri dan mengurani pasukannya
menjadi hanya 100.000 orang. Sehingga ekonomi Jerman hancur, yang mengakibatkan
negara-negara lainnya ikut menderita dan harus membayar utang yang di pinjam
selama perang. Ini menyebabkan munculnya pergolakan politik dan ekonomi.
Perselisihan lanjutan dipicu oleh perubahan batas wilayah internasional di
Eropa menyusul runtuhnya kekaisaran
Jerman, Austria-Hongaria, Rusia dan
Ottoman.
Liga
Bangsa-Bangsa
Konferensi damai Paris juga menghasilkan Liga
Bangsa-Bangsa , yang bertujuan agar dunia tetap aman dengan cara menyelesaikan
sengketa lewat diskusi dan perjanjian. Liga ini gagal karena hanya sedikit
mendapatkan kekuasaan setelah Amerika Serikatmenolak bergabung dan masih
terdapat persaingan di antara 53 negara anggota. Situasi ini memperlemah liga
bangsa-bangsa dan mengurangi pengaruhnya sehingga sedikit negara yang
mempedulikannya.
3.
Akhir Perang Dunia I
Pada tahun 1918, Perang Dunia I akhirnya berakhir,
setelah empat tahun serangan tanpa guna di tangan tentara Jerman, Prancis, dan
Inggris. Namun perdamaian ini, yang dinyatakan pada jam 11 pagi, hari kesebelas
dari bulan kesebelas, tidak membawa kebahagiaan untuk siapa pun. Ratusan ribu
serdadu menjadi cacat. Sebagian lainnya terbukti tidak mampu mengatasi dampak
kejiwaan karena perang setelah tinggal di dalam parit yang penuh dengan lumpur,
kotoran, dan mayat. Bentuk trauma yang dikenal sebagai “shell shock” atau
“kejutan bom” sangat umum di antara para veteran perang, dan hal ini
menyebabkan penderitanya mengalami serangan ketakutan dan goncangan yang berat.
Rasa takut akan dibom, yang mereka alami setiap hari selama empat tahun
berturut-turut, telah terukir di benak mereka.
Setelah berakhirnya perang Dunia, maka cita-cita untuk
menciptakan perdamaian yang abadi dengan melenyapkan perang dari muka bumi,
selalu timbul setelah orang mengalami kengerian peperangan besar. Hal
tersebutlah yang mendorong berdirinya Liga Bangsa Bangsa (Leahue of Nations).
Dimana LBB ini merupakan gagasan dari presiden USA yaitu Woodrow Wilson. Beliau
mengusulkan suatu konsep perdamaian yang disebut dengan "Peace Without
Victory". Ide untuk mendirikan LBB dicetuskan Presiden Amerika
Serikat Woodrow Wilson meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah bergabung
dengan organisasi ini. Sejumlah 42 Negara menjadi anggota
saat LBB didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB
dibubarkan pada 1946. Antara 1920-1937, 21 Negara masuk menjadi anggota, namun tujuh di antara kedua puluh satu anggota tambahan ini kemudian mengundurkan
diri (ada yang dikeluarkan) sebelum 1946.[5]
B.
PERANG DUNIA II
1. Jelang Perang Dunia II
Sebelum Roosevelt menjabat presiden
untuk kedua kalinya,program dalam negerinya tertutup oleh bahaya baru yang tak banyak disadari rakyat
Amerika yaitu ekspansi rezim totaliter
di jepang, italia, dan jerman tahun 1931 jepang menyerbu Marchuria dan
menghancurkan perlawanan rakyat cina, setahun kemudian jepang medirikan Negara
boneka Manchukuo, italia, yang terjerumus fasisme, memperluas batas wilayahnya
di Libya dan pada tahun 1935 menyerang Etiopia, Jerman, di mana Adolf Hitler
telah membentuk partai sosialis Nasional dan mengambil alih pemerintahan pada
tahun 1933, menguasai Rhineland dan membbangunn angkatan bersenjata
besar-besaran.
Tahun 1938 setelah
Hitler mencaplok Austria kedalam jerman, tuntutannya akan Sudetenland di bagian
Chekoslowakia membuat perang jadi pecah kapan saja, amerika serikat yang masih kecewa
akibat kegagalan perjuangan demokrasi di perangdunia I, Mengumumkan bahwa
Negara-negar yang terlibat konflik dalam situasi apapun tidak bisa meminta
bantuan. Perundang- undangan yang berkaitan
dengan netralitas, yang diberlakukan sepotong-sepotong dari tahun 1935- 1937,
melarang perdagangan atau pemberian pinjaman kepada Negara-negra yang sedang
berperang, tujuannya untuk mencegah papun caranya, keterlibatan Amerika Serikat
dalam perang yang bukan perang Amerika.
Pada tahun 1940 , dengan jatuhnya prancis
ke tangan Nazi dan serangan udara terhadap inggris, perdebatan makin panas
antara mereka yang menyokong demokrasi dengan kaum isolasionis yang tergabung
dalam komite amerika terlebih dahulu
(Amerika First Commite). Komite mnedapat dukungan dari golongan koservatif Brat
tengah sampai kaum Cinta damai aaliran kiri, akhirnya
argumentasi golongan yang ingin turun tangan memenangkan debat public
kemenangan ini banyak dibantu oleh hasil ketja komite untuk membela Amerika
dengan membantu sekutu (Commite to De-fend Amerika by Aiding the Allies)[6]
2. Keterlibatan amerika serikat dalam
perang dunia II
Perang
Dunia Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi
pada 1 September 1939
sampai 2 September 1945
yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua
kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang
berlawanan: Sekutu dan Poros.
Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100
juta personel. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat
mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk
melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber
militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal
ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah
manusia.
3. Dampak Keterlibatan Amerika dalam
Perang Dunia II,
Adapun dampak
Amerika pada perang dunia II ialah,
sebagai berikut:
a. Bidang Politik
Kemenangan pihak sekutu (Inggris,
Perancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet) dalam mengakhiri Perang Dunia II
tidak terlepas dari peran Amerika Serikat dalam memberikan bantuan
(perlengkapan, tentara dan persenjataan) yang mampu mempercepat berakhirnya
perang dengan kemenangan di tangan Sekutu.
Perang Dunia II telah menghancurkan hegemoni negara-negara besar seperti
Inggris, Perancis, Spanyol dan Portugis yang sudah berabad-abad memegang
kendali kekuasaan di berbagai belahan dunia.
Muncul masalah baru yaitu adanya
pertentangan kepentingan dan persaingan perebutan hegemoni antara negara
anggota sekutu dalam usaha untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan
berkuasa di dunia hingga melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa)
yaitu Amerika Serikat (kuat secara material) dan Uni Soviet (kuat secara
psikologis) yang mengambil alih hegemoni tersebut. Uni Soviet dan Amerika Serikat saling
berlomba menanamkan pengaruhnya pada negara lain dengan berbagai cara sehinga
dampaknya negara-negara di dunia terbagi menjadi 2 dimana negara-negara Eropa
Timur, Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina, Korea Utara,
Kamboja, Laos dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang selanjutnya
dikenal dengan Blok Timur. Sementara
negara-negara Eropa Barat dan banyak negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin
berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang selanjutnya dikenal dengan Blok
Barat.
b. Bidang Ekonomi
Perekonomian dunia terbagi atas sistem
ekonomi liberal, sistem ekonomi terpusat pada negara dan sistem ekonomi
campuran. Dimana sistem ekonomi liberal
berlaku di negara-negara kapitalis.
Sistem ekonomi terpusat pada negara berlaku di negara-negara komunis dan
sistem ekonomi campuran berlaku di negara-negara yang baru merdeka.
Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di
Eropa Barat dan Amerika Serikat mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare
state) sehingga menyediakan dana sosial yang besar untuk mensubsidi kesehatan,
pendidikan, pensiunan dan dana sosial lainnya bagi masyarakat. Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana
banyak negara yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya
(dengan menanamkan pengaruhnya) jika tidak maka negara-negara tersebut akan
masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet. Maka Amerika tampil sebagai negara kreditor
bagi negara-negara di luar pengaruh Uni Soviet.
Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan Amerika
menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada
Amerika.
c. Bidang Sosial
Semakin kuatnya kedudukan golongan
cerdik pandai (para ilmuwan) memunculkan gerakan sosial untuk membantu
memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan
mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya
Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Amerika Serikat membentuk badan guna
menghindari jatuhnya korban lebih
banyak dengan nama United Nations Relief Rehabilitation Administration
(UNRRA). Tugas pokok badan ini adalah
meringankan penderitaan dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal di
daerah bekas pendudukan Jerman. Bantuan
yang diberikan berupa makanan, pakaian, bibit tanaman, hewan ternak, alat-alat
perindustrian dan rumah sakit.[7]
4. Perang, Kemenangan, Dan Bom
Pertempuran terakhir di Samudera Pasifik merupakan pertempuran
paling berdarah. Pada Juni 1944, pertempuran di Selat Filipina menghancurkan angkatan
udara Jepang dengan telak, mengakibatkan pengunduran diri Perdana Menteri
Jepang, Tojo. Jenderal Douglas MacArthur— yang dengan enggan meninggalkan
Filipina dua tahun sebelumnya untuk melarikan diri dari kejaran pasukan
Jepang—kembali ke Filipina pada Oktober. Pertempuran Teluk Leyte, pertempuran
angkatan laut terbesar yang pernah dilangsungkan, menjadi kekalahan angkatan
laut Jepang yang paling menentukan. Pada Februari 1945, pasukan Amerika berhasil merebut Manila.[8]
Selanjutnya Amerika memusatkan perhatian ke pulau Iwo dan Jima
yang strategis di kepulauan Bonin, di tengah-tengah antara kepulauan Mariana
dan Jepang. Pasukan Amerika merebut pulau itu pada pertengahan Maret, tapi
disertai dengan gugurnya sekitar 6.000 pelaut Amerika. Hampir semua pasukan
pertahanan Jepang musnah. Saat itu dari Amerika menyerang kapal dan landasan
terbang Jepang dari udara, dan gelombang demi gelombang serangan bom
meluluhlantakkan kota-kota di Jepang.
Di Okinawa (1 April–21 Juni 1945), Amerika menghadapi perlawanan
yang lebih mengerikan. Karena sedikit sekali tentara Jepang yang bersedia
menyerah, pasukan Amerika dipaksa terlibat dalam perang pembasmian massal.
Gelombang pesawat bunuh diri atau Kamikaze menggempur armada angkatan laut
Sekutu yang sedang berlabuh, menyebabkan kehancuran yang lebih besar dibanding
peristiwa di Teluk Leyte. Jepang kehilangan 90-100 ribu pasukannya dan
kemungkinan warga Okinawa dalam jumlah yang sama besar. Lebih dari 11.000
tentara gugur dan hampir 34.000 orang terluka di pihak Amerika. Kebanyakan
orang Amerika menganggap pertempuran ini sebagai prapandang apa yang akan
mereka hadapi dalam rencana invasi ke Jepang.
Pemimpin Amerika, Inggris, dan Rusia bertemu di Potsdam, kota
kecil di luar Berlin, mulai 17 Juli sampai 2 Agustus 1945, untuk membahas
strategi melawan Jepang, penyelesaian perjanjian perdamaian di Eropa, dan
kebijakan bagi masa depan Jerman. Mungkin sebagai indikasi berakhirnya
persekutuan ini, mereka tak punya masalah dengan masalah prinsip yang samar
atau masalah praktis tentang pendudukan militer, tapi tidak menghasilkan
kesepakatan dalam banyak hal penting, termasuk pampasan perang.
Sehari sebelum konferensi Postdam dimulai, ilmuwan nuklir Amerika
yang terlibat dalam Proyek Manhattan yang rahasia meledakkan bom atom di dekat
Alamogordo, New Mexico. Tes ini merupakan kulminasi penelitian intensif selama
tiga tahun di laboratorium yang tersebar di seluruh negeri. Proyek ini berada
di belakang Deklarasi Postdam, dan diumumkan pada 26 Juli oleh Amerika dan
Inggris, yang berjanji Jepang takkan dihancurkan dan direnggut kemerdekaannya
jika menyerah. Akan tetapi, jika melanjutkan peperangan, Jepang akan menghadapi
“kehancuran seketika dan menyeluruh.” Presiden Truman, memperkirakan bom atom
bisa digunakan agar Jepang lebih cepat menyerah dan menimbulkan korban yang
lebih sedikit dibanding penyerbuan ke daratan, memerintahkan agar bom tersebut
digunakan jika Jepang belum menyerah pada 3 Agustus.
Komite tentara Amerika, pejabat politik, dan ilmuwan telah
mempertimbangkan pertanyaan menyangkut target senjata baru ini. Menteri Perang
Henry L. Stimson berhasil berargumen bahwa Kyoto, ibu kota Jepang kuno dan
tempat tersimpan254 nya harta nasional serta keagamaan, harus dicoret dari daftar.
Hiroshima, pusat industri perang dan operasi militer, menjadi tujuan pertama
mereka
Pada 6 Agustus, pesawat Amerika, Enola Gay, menjatuhkan bom atom
di Hiroshima. Pada 9 Agustus, bom atom kedua dijatuhkan, kali ini di Nagasaki.
Bom menghancurkan sebagian besar kota-kota itu, juga menimbulkan korban jiwa
yang luar biasa besar. Pada 8 Agustus, Rusia mendeklarasikan perang dengan
Jepang dan menyerang pasukan Jepang di Manchuria. Pada 14 Agustus, Jepang
menyetujui ketentuan yang ditetapkan di Potsdam. Pada 2 September 1945, Jepang
secara resmi menyerah. Rakyat Amerika lega bom itu bisa mempercepat berakhirnya
perang. Mereka baru menyadari akibat sesungguhnya kehebatan daya hancur senjata
nuklir itu di kemudian hari.
Dalam sebulan, pada 24 Oktober, Perserikatan Bangsa-Bangsa
berhasil diwujudkan, diikuti pertemuan perwakilan 50 bangsa di San Francisco,
California. Konstitusi yang mereka rancang merumuskan organisasi dunia tempat
perbedaan internasional bisa dibahas secara damai dan perlawanan terhadap
kelaparan dan penyakit sebagai masalah bersama. Kontras dengan penolakan
keanggotaan Amerika dalam Liga Bangsa- Bangsa setelah Perang Dunia I, Senat
Amerika langsung menyetujui Piagam Perserikatan Bangsa dengan suara 89 banding
2. Tindakan ini menegaskan berakhirnya semangat isolasionisme sebagai elemen
yangm mendominasi kebijakan politik luar negeri Amerika.
Pada November 1945 di Nuremberg, Jerman, berlangsung persidangan
kriminal 22 pemimpin Nazi, yang telah disepakati di Postdam. Di hadapan sekolompok juri yang terhormat dari Inggris,
Perancis dan Rusia, Nazi dituduh tak hanya berkonspirasi dan terlibat perang
secara agresif tapi juga melanggar hukum perang dan kemanusiaan dengan
melakukan genosida secara sistematis, yang dikenal sebagai Holocaust, terhadap
suku bangsa Yahudi di Eropa dan bangsa lain. Persidangan berlangsung lebih dari
10 bulan. Dua puluh dua tertuduh dihukum, dua belas di antaranya dihukum mati.
Prosedur yang sama akan dilaksanakan terhadap pemimpin perang dari Jepang
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perang Dunia I (PD I) merupakan perang
global terpusat di Eropa pada 28 Juli 1914-11 November 1918 yang bermula dari
Semenanjung Balkan. Sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia I antara lain
pertentangan antara negara di Eropa, politik mencari kawan (politik aliansi)
dan perlombaan senjata. Sedangkan sebab
khusus terjadinya Perang Dunia I antara lain terjadinya insiden Sarajevo yaitu
terbunuhnya putra mahkota Austria Frans Ferdinand dan istrinya di Sarajevo (ibu
kota Bosnia) oleh anggota Serbia Raya Gavrilo Principe tanggal 28 Juni 1914. Amerika terlibat dalam Perang Dunia I
dikarenakan kapal Amerika ditenggelamkan oleh Jerman, sehingga membuat Amerika
turut andil dalam Perang Dunia I.
Perang Dunia II merupakan kelanjutan
dari Perang Dunia I yang terjadi pada 1 September 1939-2 September 1945. Sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II
antara lain pertentangan antara paham liberalisme dan totaliterisme,
persekutuan mencari kawan, semangat untuk membalas dendam (revanche idea)
karena kekalahan dalam PD I, perlombaan senjata antar Negara, pertentangan
antar negara imperialis untuk memperebutkan daerah jajahan, kegagalan Liga
Bangsa-bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia. Sebab khusus Perang Dunia II
antara lai di kawasan Asia Pasifik penyerbuan Jepang terhadap pangkalan
Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941, di
kawasan Eropa serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia
pada tanggal 1 September 1939.
Keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia II dikarenakan pengeboman Pearl
Harbour oleh Jepang pada tanggal 8 desember 1941 yang kemudian membawa Amerika
kepada Perang Dunia ke II di daerah pasifik.
B. Kritik dan Saran
Demikianlah makalah ini Penulis buat, Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
sebab itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari Pembaca maupun dari
Dosen Pembimbing yang sifatnya untuk membangun. Sekian terimakasih.
[1] Thomas
Sowel, Mosaik Amerika, Sejarah etnis Sebuah Bangsa, Jakarta: Pustaka
Sinar Harapan. 1989. Hal 15.
[2]
Setiawan G. Sasongko, Senjata & Perang, Jakarta : Zikrul Hakim,
2008. Hal. 89.
[3] Agustono dkk, Ensiklopedia Sejarah dan Budaya, ( Jakarta, PT
Lentera Abadi: 2009), hlm. 388
[4] IG.Krisnadi, Sejarah Amerika Serikat, (Yogyakarta: Ombak,
2012), Hlm. 356-363
[5] Anugrah Michelle, Garis Besar Sejarah AmerikaSerikat, (Departeman
Luar Negeri:2005)
[6] Prayitno Budi, Op.cit.h 299
[7] http:// Rangkuman-pelajaran.blogspot.com
[8] Ibid. Hlm. 252
semoga ada manfaatnya
BalasHapus